Senin, 12 Desember 2011

Makalah Menulis (Sistematika Artikel, Makalah, dan Laporan Penelitian)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1              LATAR BELAKANG

Karya tulis ilmiah mahasiswa dikelompokkan dalam tiga macam yaitu makalah, proposal penelitian skripsi dan skripsi. Masing-masing karya tulis ilmiah itu memiliki karakteristik tertentu. Makalah merupakan bagian dari tugas-tugas perkuliahan, proposal penelitian merupakan disain yang menjadi acuan penelitian sebagai bahan penulisan skripsi, sedangkan skripsi merupakan karya ilmiah terakhir yang harus disusun mahasiswa dan dipertahankan di depan sidang (ujian) akhir guna memperoleh gelar Sarjana.

Mahasiswa dapat mengungkapkan pemikirannya lewat karya tulis ilmiah secara sistematis sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan. Karya tulis ilmiah ini juga merupakan wahana komunikasi hasil penelitian ilmiah dengan masyarakat akademik untuk diuji secara terbuka dan objektif serta mendapatkan koreksi dan kritik.

Selain sebagai wahana komunikasi, karya tulis ilmiah mahasiswa juga merupakan wahana untuk menyajikan nilai-nilai praktis dan teoritis hasil pengkajian dan penelitian ilmiah. Dengan sifat dan kedudukan seperti ini maka karya tulis ilmiah akan memperkaya khasanah keilmuan dan memperkokoh paradigma keilmuan pada bidang yang relevan.

Berdasarkan jenis data dan cara pengolahannya, secara umum, penelitian dapat dibedakan atas penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.

CIRI-CIRI PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
KUALITATIF
KUANTITATIF
Frase yang berkaitan dengan pendekatan
Etnografis
Eksperimen
Dokumentasi
Data keras
Penelitian lapangan
Perpektif luar
Data lunak
Empiris
Interaksi simbolis
Positivis
Perspektif dalam
Fakta sosial
Naturalistik
Statistik
Etnometodologis
Metode ilmiah
Deskriptif

Pengamatan pelibatan



Fenomenologis

Aliran Chicago

Riwayat hidup

Studi kasus

Ekologis

Naratif

Interpretatif



Konsep penting yang berkaitan dengan pendekatan
Makna
Variabel
Pemahaman akal sehat
Opersional
Penggolongan
Reliabilitas
Definisi situasi
Hipotessis
Kehidupan sehari-hari
Validitas
Tatanan negosiasi
Signifan secara statistic
Proses
Replikasi
Pemahaman
Prediksi
Tujuan  praktis

Konstruksi sosial

Teori dasar

Nama yang berkaitan dengan pendekatan
Max Weber
Emile Durkheim
Charles Horton Cooley
Fred Kerlinger
Harold Garfinkel
Edward Thorndike
Margaret Mead
Robert Bales
W.I Thomas
Donald Chambell
Everelt Hughes

Ervng Golfman

Herbert Blumer

Afiliasi teoritis
Interaksi simbolis
Fungsionalisme structural
Etnometodologi
Realisme, positivism
Fenomenologi
Behaviorisme
Kebudayaan
Empirisme logis
Idealisme
Teori system
Afiliasi akademis
Sosiologi
Psikologis
Sejarah
Ilmu ekonomi
Antropologi
Sosiologi

Ilmu politik
Tujuan
Mengembangkan konsep
Menguji teori
Memerikan realitas ganda
Menstabilkan fakta
Teori dasar (grounded theory)
Deskripsi statistic
Mengembangkan pemahaman
Menunjukkan hubungan antar variable

Memprediksi

Rancangan
Berkembang, lentur, umum
Terstruktur, ditentukan di awal, formal, khusus
Rancangan sebagai panduan proses penelitian
Rencana kerja operasional
Usulan penelitian
Singkat
Panjang lebar
Spekulatif
Fokus rinci dan khusus
Menunjukkan bidang yang relevan diteliti
Prosedur rinci dan khusus
Sering ditulis setelah ada data terkumpul
Melalui tinjauan pustaka yang substantive
Kajian pustaka yang substantif singkat
Ditulis sebelum ada datanya
Ancangan disebut secara umum
Hipotesa dinyatakan
Data
Deskriptif
Kuantitatif
Dokumen pribadi
Kode kuantitatif
Catatan lapangan
Bilangan, ukuran
Foto
Variabel operasional
Kata-kata pelaku sendiri
Statistik
Dokumen resmi dan artefak

Sampel
Kecil
Besar
Kidak mewakili
Berstratifikasi
Sampel teoritis
Kelompok control
Sampel bola salju
Tepat, cermat
Bertujuan
Dipilih acak

Kendali kontrol untuk variabel luar
Taktik atau Metode
Observasi
Eksperimen
observasi partisipasi
observasi terstruktur
tinjauan atas berbagai dokumen
eksperimen semu
wawancara terbuka/berkembang
wawancara terstruktur
penjelasan sumber pertama
Survey
Hubungan dengan subyek
Empati
Ada pembatasan
Menekankan kepercayaan
Jangka pendek
Kesetaraan
Ada jarak
Subyek sebagai sahabat
Subyek-peneliti
Hubungan dekat
Musiman
Instrumen dan alat
Tape recorder
Inventori, kuesioner
Alat penyalin tulisan
Komputer
Komputer
Indeks, skala, skor tes
Analisa data
Berkelanjutan
Deduktif
Model, tema, konsep
Dikerjakan selesai pengumpulan data
Induktif
Statistik
Induksi analitis

Metode komparatif

Masalah dalam penggunaan pendekatan
Prosedur tidak baku
Mengendalikan variabel-variabel lain
Memakan waktu
Mengontorol variabel lain
Sulit mereduksi data
Reifikasi
Reliabilitas
Obtrusiveness
Prosedur tidak baku
Validitas
Sulit meneliti populasi besar



Tabel Perbedaan Penelitian Kuantitatif dengan Penelitian Kualitatif
Penelitian Kualitatif
Penelitian Kuantitatif
Desain tidak terinci, fleksibel, timbul "emergent" serta berkembang sambil jalan antara lain mengenai tujuan, subjek, sampel, dan sumber data.
Desain terinci dan mantap.
Desain sebenarnya baru diketahui dengan jelas setelah penelitian selesai (retrospektif).
Desain direncanakan sebelumnya pada tahapan persiapan (projektif).
Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, hipotesis lahir
sewaktu penelitian dilakukan; hipotesis berupa "hunches", petunjuk yang bersifat sementara dan dapat berubah; hipotesis berupa pertanyaan yang mengarahkan pengumpulan data.          
Mengemukakan hipotesis sebelumnya, yang akan diuji
kebenarannya.
Hasil penelitian terbuka, tidak diketahui sebelumnya karena jumlah variabel penelitian tidak terbatas.
Hipotesis menentukan hasil yang diharapkan; hasil telah
diramalkan (apriori); hasil penelitian telah terkandung di dalam hipotesis, jumlah variabel terbatas.
Desain fleksibel, langkah-langkah tidak dapat dipastikan
sebelumnya dan hasil penelitian tidak dapat diketahui atau diramalkan sebelumnya.
Dalam desain jelas langkah-langkah penelitian serta hasil yang diharapkan.
Analisis data dilakukan sejak mula penelitian dan dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data, walaupun analisis akan lebih banyak pada tahap-tahap selanjutnya.
Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul pada tahap akhir.




1.2       RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian, karakteristik, ciri pokok, jenis-jenis makalah?
2.      Bagaimana cara menentukan topik dan membatasi topik yang benar?
3.      Bagaimana sistematika makalah yang baik?
4.      Apa pengertian laporan penelitian dan pengertian laporan penelitian kualitatif serta kuantitatif?
5.      Bagaimana sistematika laporan penelitian kualitatif dan kuantitatif yang baik?

1.3       TUJUAN PENULISAN

Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Menulis. Tujuan penulisan ini adalah yang pertama untuk mengetahuai apa pengertian, karakteristik, ciri pokok, dan jenis-jenis makalah; yang kedua untuk mengetahui bagaimana cara menentukan topik dan membatasi topik yang benar; yang ketiga untuk mengetahui apa pengertian dari laporan penelitian dan laporan penelitian kualitatif serta kuantitatif;  kemudian yang keempat untuk mengetahui bagaiamana sistematika makalah, laporan penelitian kualitatif dan lapoaran penelitian kuantitatif yang baik agar karya tulis kita bisa diterima oleh orang lain, khususnya dosen yang memberikan tugas.





BAB II
SISTEMATIKA ARTIKEL, MAKALAH, DAN LAPORAN PENELITIAN

2.1            MAKALAH

A.    Pengertian Makalah

Makalah adalah suatu karya tulis ilmiah mahasiswa mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan. Makalah ini umumnya merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan suatu perkuliahan, baik berupa kajian pustaka maupun hasil kegiatan perkuliahan lapangan.

B.     Karakteristik Makalah

Makalah mahasiswa yang dimaksudkan dalam hal ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
a.  Diangkat dari suatu kajian literatur atau laporan pelaksanaan kegiatan lapangan.
b. Ruang lingkup makalah berkisar pada cakupan permasalahan dalam suatu mata kuliah.
c.  Memperlihatkan kemampuan mahasiswa tentang permasalahan teoritis yang dikaji atau dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip atau teori yang berhubungan dengan perkuliahan.
d. Memperlihatkan kemampuan para mahasiswa dalam memahami isi dari sumber-sumber yang digunakan.
e. Menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam merangkai berbagai sumber informasi sebagai satu kesatuan sintesis yang utuh.

C.    Ciri Pokok Makalah

Salah satu tujuan pokok penulisan makalah adalah meyakinkan pembaca bahwa topik yang ditulis dengan dilengkapi penalaran logis dan pengorganisasian yang sistematis memang perlu diketahui dan diperlihatkan. Makalah yang merupakan salah satu jenis karya ilmiah memiliki ciri-ciri (1) objektif, (2) tidak memihak, (3) berdasarkan fakta, (4) sistematis, (5) logis. Berdasarkan ciri ini, baik tidaknya suatu makalah dapat diamati dari signifikansi masalah atau topik yang dibahas, kejelasan tujuan pembahasan, kelogisan pembahasan, dan kejelasan pengorganisasian pembahasannya.


D.    Jenis-Jenis Makalah
1.      Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan, makalah dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
*      Makalah dedukatif merupakan makalah yang penulisannya didasarakan pada kajian teoritis (pustaka) yang relevan dengan masalah yang dibahas.
*      Makalah induktif adalah makalah yang disusun berdasarkan data empiris yang diperoleh dari lapangan yang relevan dengan masalah yang dibahas.
*      Makalah campuran adalah makalah yang penulisannya didasarkan pada kajian teoretis digabungkan dengan data empiris yang relevan dengan masalah yang dibahas. Dalam pelaksanaannya, jenis makalah pertama merupakan jenis makalah yang paling banyak digunakan.

2.      Berdasarkan prinsip dan prosedur ilmiah, makalah dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
*      Makalah Ilmiah pada umumnya dipakai bagi karya tulis hasil studi ilmiah yang berisi masalah dan pembahasan. Perlu diperhatikan bahwa dilihat dari segi prinsip dan prosedur ilmiahnya, makalah ilmiah menyerupai laporan penelitian sederhana. Makalah ilmiah biasanya ditulis sebagai suatu saran pemecahan masalah secara ilmiah. Sudah barang tentu, penulis makalah ilmiah memerlukan studi keperpustakaan dan ini terlihat pada revenisi yang dicantumkan.
*      Makalah Kerja pada umumnya dibaca pada seminar, makalah kerja disampaikan dalam bentuk argumentasi dalam suatu hasil penelitian. Dalam makalah kerja yang dibacakan itu harus ada masalah. Penyampai makalah kerja sudah memasukkan asumsi dan hipotesis untuk menjawab masalah. Berdasarkan isi makalah demikian, timbulah diskusi.
*      Makalah Kajian istilah ini dipakai untuk karya tulis ilmiah yang merupakan saran pemecahan suatu masalah yang kontroversial tanpa maksud untuk dibaca dalam suatu seminar.

3.      Dari segi jumlah halaman, dapat dibedakan makalah panjang dan makalah pendek. Makalah panjang adalah makalah yang jumlah halamannya lebih dari 20 halaman. Bagian berikut ini menyajikan ketentuan tentang makalah panjang, sedangkan ketentuan penulisan makalah pendek pada dasarnya sama dengan ketentuan penulisan artikel nonpenelitian, kecuali abstrak dan kata kunci yang tidak harus ada.


E.     Menentukan Topik

Topik adalah pokok persoalan. Topik diperlukan agar persoalan yang dibahas terarah. Setelah topik ditentukan, dibuatkan kerangka makalah atau garis besar isi makalah. Kerangka makalah atau garis besar isi makalah belum tentu sama persis dengan daftar isi. Kerangka makalah berfungsi agar dalam penulisan dapat sistematis dan runtut.

1.      Topik dapat dikembangkan dan bermanfaat untuk dijadikan makalah.
Misalnya topik “upacara pagi setiap senin”, akan lebih bermanfaat “Latihan kepemimpinan di sekolah”. Alasannya, upacara pagi hari senin dianggap sudah dilaksanakan secara rutin, latihan kepemimpinan di sekolah, meskipun sudah dilaksanakan oleh beberapa sekolah, tetapi dianggap jarang disamping memiliki manfaat yang cukup banyak.

2.      Topik menarik perhatian pembaca dan menarik minat penulis.
Tentunya masalah tersebut disesuaikan dengan konteks permasalahan yang berkembang dan kemampuan penulis. Misalnya, makalah berkaitan dengan 28 Oktober, apakah “ Bahasa Indonesia” atau “Tentang Peranan Pemuda”.

3.      Topik yang dipilih harus dikuasai dan tidak terlalu dianggap asing.
Misalnya, siswa program IPS, jangan memilih atau mengangkat topik tentang IPA. Atau ada tiga topik yang ada dalam rancangan pikiran, Narkoba, bahaya merokok dan minuman keras. Ketiganya mana yang dikuasai, apakah narkoba, merokok atau bahaya minuman keras.

4.      Bahan untuk menulis makalah mudah diperoleh sesuai topik yang diinginkan.
Pengertian mudah diperolah, baik melalui buku atau sumber-sumber lain. Misalnya antara “Bahaya minuman keras” dengan “Narkoba”, tentunya lebih mudah diperoleh bahan “Bahaya minuman keras”. Sebab ditengah kampung atau di pos jaga, atau tempat tertentu hampir setiap waktu dikemukakan kelompok remaja yang minum dengan mabuk-mabukan, disamping banyak buku yang beredar.




F.     Membatasi Topik

Topik perlu dibatasi karena apabila topik terlalu luas akan menyulitkan dalam pembahasan, kurang menjamin mutu makalah. Mutu makalah selain ditentukan oleh topik, juga teknik penulisan atau pembahasan.

Beberapa kriteria judul makalah yang baik:
1.      Judul menggambarkan isi.
2.      Judul harus singkat dan jelas.
3.      Judul bukan kalimat, tetapi frase atau klausa.
4.      Judul menarik dan memiliki daya pikat.
5.      Panjang judul berkisar antara 5-15 kata.

G.    Sistematika Makalah

1.      Bagian Awal
a)      Halaman sampul
Hal-hal yang harus ada pada bagian sampul adalah judul makalah, keperluan, atau maksud ditulisnya makalah, nama penulis makalah dan tempat serta waktu penulisan makalah. Keperluan atau maksud penulisan makalah dapat berupa, misalnya, untuk memenuhi tugas mata kuliah yang dibina dosen X. Tempat dan waktu yang dimaksud dapat berisi nama lembaga (universitas, institut, fakultas, jurusan, program studi), nama kota, serta bulan dan tahun.

b)     Daftar isi
Daftar isi berfungsi memberikan panduan dan gambaran tentang garis besar isi makalah. Melalui daftar isi, pembaca dapat dengan mudah menemukan bagian-bagian yang membangun makalah. Selain itu, melalui daftar isi dapat diketahui sistematika penulisan makalah. Daftar isi dipandang perlu jika panjang makalah lebih dari 20 halaman. Penulisan daftar isi dilakukan dengan ketentuan (1) judul bagian makalah ditulis dengan menggunakan huruf kecil (kecuali awal kata selain kata tugas ditulis dengan huruf besar), (2) penulisa judul bagian dan judul subbagian dilengkapi dengan nomor halaman tempat pemuatannya dalam makalah, dan (3) penulisan daftar isi dilakukan dengan menggunakan spasi tunggal dengan antar bagian dua spasi.

c)      Daftar dan tabel gambar
Penulisan daftar tabel dan gambar juga dimaksudkan untuk memudahkan pembaca menemukan tabel atau gambar yang terdapat dalam makalah. Penulisan daftar tabel dan gambar dilakukan dengan cara seperti berikut. Identitas tabel dan gambar (yang berupa nomor dan nama) dituliskan secara lengkap. Jika tabel dan gambar lebih dari satu buah, sebaiknya penulisan daftar tabel dan gambar dilakukan terpisah, tetapi jika hanya terdapat sebuah tabel atau gambar, sebaiknya daftar tabel atau gambar disatukan dengan daftar isi makalah.

2.      Isi Bagian Inti
Bagian inti terdiri atas tiga unsur pokok, yaitu pendahuluan, teks utama (pembahasan topik-topik), dan penutup. Ada tiga macam cara penulisan yang dapat dipakai dalam penulisan makalah. Ketiga cara tersebut adalah :
(1)   Penulisan dengan menggunakan angka (Romawi dan atau Arab),
(2)   Penulisan dengan menggunakan angka yang dikombinasikan dengan abjad, dan
(3)   Penulisan tanpa menggunakan angka maupun abjad.

a)      Pendahuluan
Bagian ini berisi penjelasan mengenai latar belakang penulisan makalah, masalah atau topik bahasan beserta batasannya, dan tujuan penulisan makalah. Penulisan bagian pendahuluan dapat dilakukan dengan cara seperti berikut.
(1)   Setiap unsur bagian pendahuluan ditonjolkan dan disajikan sebagai subbagian. Jika bagian makalah dipisahkan judul subbagian dapat sebagai berikut.
1.      Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
1.2  Masalah atau Topik Bahasan
1.3  Tujuan Penulisan Makalah
(2)   Semua unsur yang terdapat dalam bagian pendahuluan tidak dituliskan sebagai subbagian, sehingga tidak dijumpai adanya subbagian dalam bagian pendahuluan. Untuk menandai pergantian unsur, dapat dilakukan dengan pergantian paragraf.

b)     Latar Belakang
Butir-butir yang seyogyanya ada dalam latar belakang adalah hal-hal yang melandasi perlunya ditulis makalah. Hal-hal dimaksud dapat berupa paparan teoretis ataupun paparan yang bersifat praktis, tetapi bukan alasan yang bersifat pribadi. Yang pokok, bagian ini harus dapat mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang dibahas dalam makalah dan menunjukkan bahwa masalah atau topik tersebut memang perlu dibahas.

c)      Masalah atau Topik Bahasan
Masalah atau topik bahasan tidak terbatas pada persoalan yang memerlukan pemecahan, tetapi juga mencakupi persoalan yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, persoalan yang memerlukan deskripsi lebih lanjut, atau penegasan lebih lanjut.
Masalah atau topik bahasan dapat ditentukan oleh orang lain atau ditentukan sendiri. Lazimnya, topik makalah yang telah ditentukan bersifat sangat umum sehingga perlu dilakukan spesifikasi atau pembatasan topik. Pembatasan topik makalah seringkali didasarkan pada pertimbangan kemenarikan dan signifikansinya, serta pertimbangan kemampuan dan kesempatan. Jika topik makalah ditentukan sendiri oleh penulis terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
(1)      Topik yang dipilih haruslah ada manfaatnya, baik dari segi praktis maupun segi teoretis dan layak untuk dibahas.
(2)      Topik yang dipilih hendaknya menarik dan sesuai dengan minat penulis. Dipilihnya topik yang menarik sangat membantu dalam proses penulisan makalah. Jika seseorang menulis makalah dengan topik yang tidak menarik, usaha yang dilakukan biasanya alakadarnya dan kurang serius.
(3)      Topik yang dipilih harus dikuasai, dalam arti tidak terlalu asing atau terlalu baru bagi penulis.
(4)      Bahan yang diperlukan dengan topik tersebut memungkinkan untuk diperoleh.

Topik sering pula disamakan dengan judul. Pada dasarnya topik tidak sama dengan judul. Topik merupakan masalah pokok yang dibicarakan, sedangkan judul merupakan label atau nama makalah yang ditulis.

d)     Tujuan Penulisan Makalah
Makalah dimaksudkan bukan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh seseorang dan yang sejenis dengan itu, tetapi lebih mengarah pada apa yang ingin dicapai dengan penulisan makalah tersebut. Tujuan penulisan memiliki fungsi ganda yaitu bagi penulis makalah dan bagi pembaca makalah. Bagi penulis makalah, rumusan tujuan penulisan dapat mengarahkan kegiatan yang harus dilakukan selanjutnya dalam menulis makalah, khususnya dalam pengumpulan bahan-bahan penulisan. Bagi pembaca makalah, tujuan penulisan memberikan informasi tentang apa yang disampaikan dalam makalah tersebut. Oleh karena itu rumusan tujuan penulisan yang disusun haruslah dapat memberikan gambaran tentang cara menguraikan atau membahas topik yang telah ditentukan. Dengan demikian rumusan tujuan bisa berfungsi sebagai pembatasan ruang lingkup makalah tersebut. Rumusan tujuan ini dapat berupa kalimat kompleks atau dijabarkan dalam bentuk rinci.

e)      Teks Utama
Bagian teks utama makalah berisi pembahasan topik-topik makalah. Isi bagian teks utama sangat bervariasi, tergantung topik yang dibahas dalam makalah. Jika dalam makalah dibahas tiga topik, ada tiga pembahasan dalam bagian teks utama.
Penulisan bagian teks utama dapat dikatakan sebagai inti kegiatan penulisan makalah. Kemampuan seseorang dalam menulis dalam bagian teks utama makalah merupakan cerminan tinggi rendahnya kualitas makalah yang disusun. Penulisan bagian teks utama yang baik adalah yang dapat membahas topik secara mendalam dan tuntas dengan mengunakan bahasa yang baik dan benar. Pengertian mendalam dan tuntas ini tidak selalu berarti panjang dan bertele-tele. Dalam penulisan teks utama, hindarilah penggunaan kata-kata tanpa makna dan cara penyampaian yang melingkar-lingkar hindarilah kata-kata seperti: dan sebagainya, dan lain-lain (yang lain itu apa), yang sebesar-besarnya (seberapa besarnya).
Penulisan teks utama makalah dapat dilakukan setelah bahan penulisan makalah berhasil dikumpulkan. Bahan penulisan berupa bahan yang bersifat teoretis (yang diperoleh dari buku teks laporan penelitian, jurnal, majalah, dan barang cetak lainnya) atau dapat juga dipadukan dengan bahan yang bersifat faktual-empiris (yang terdapat dalam kehidupan nyata).

f)       Penutup
Bagian penutup berisi simpulan atau rangkuman pembahasan dan saran (jika memang dipandang perlu). Bagian ini menandakan berakhirnya makalah. Penulisan bagian penutup dapat dilakukan dengan meenggunakan teknik berikut.
(1)   Penegasan kembali atau ringkasan dari pembahasan yang telah dilakukan, tanpa diikuti dengan simpulan. Hal ini dilakukan karena masih belum cukup bahan untuk memberikan simpulan terhadap masalah yang dibahas, atau dimaksudkan agar pembaca menarik simpulan sendiri.
(2)   Marik simpulan dari apa yang telah dibahas pada teks utama makalah.

Selain itu, pada bagian ini juga dapat disertakan saran atau rekomendasi sehubungan dengan makalah yang dibahas. Saran harus relevan dengan apa yang telah dibahas. Saran yang dibuat harus eksplisit, kepada siapa saran ditujukan dan tindakan atau hal apa yang disarankan.

3.   Isi Bagian Akhir
Bagian akhir makalah berisi daftar rujukan dan lampiran (jika ada).


 2.2   LAPORAN PENELITIAN

Laporan penelitian adalah menyampaikan hasil penelitian yang telah dilakukan sesuai ketentuan yang telah dilakukan berdasarkan jenis dan tujuan penelitian. Laporan penelitian  dapat juga dikatakan bentuk komunikasi timbal balik antara penyusun laporan dengan pembaca.
Laporan penelitian ditulis dalam suatu format laporan. Format diartikan sebagai bentuk susunan, atau organisasi suatu laporan, yaitu bagaimana bagian-bagian laporan itu diurutkan dan disusun. Biasanya format laporan penelitian ditentukan oleh lembaga pemberi dana. Peneliti harus menggunakan forma penulisan laporan sesuai dengan permintaan lembaga pemberi dana atau sesuai dengan jenis penelitian yang disetujui untuk didanai.
Laporan hasil penelitian dikatakan baik apabila memenuhi hal-hal berikut :
a.       Laporan hendaknya komunikatif, jelas dan dapat dipahami.
Pengertian komunikatif yaitu isi laporan dapat menyatukan antara penyusunan laporan dengan pihak yang dituju (pembaca). Jelas maksudnya, tidak membingungkan, tidak menyulitkan pembaca dan setiap materi yang disajikan mudah dipahami.
b.      Isi laporan disusun secara sistematis.
Yaitu disusun berdasarkan urutan sesuai data.
c.       Bahasa laporan harus jelas dan logis.
Yaitu bahasa yang digunakan tidak berbelit-belit. Bumbu bahasa harus dihilangkan, langsung pada inti persoalan. Penggunaan kalimat panjang yang membingungkan dihindari.
d.      Bentuk, isi, dan gaya laporan harus sesuai.
Yaitu antara bentuk dan isi harus saling mendukung. Jangan isi tidak jelas, bentuk dan gaya laporan bagus atau sebaliknya.
e.       Semua yang dilaporkan berdasarkan data yang jelas dan dapat dibuktikan kebenarannya. Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan kejujuran, ketelitian dan kecermatan.
Dalam pembahasan ini dikemukakan dua macam laporan, yaitu laporan hasil penelitian kuantitatif dan laporan hasil penelitian kualitatif.




A.    Laporan Penelitian Kuantitatif

Laporan penelitian kuantitatif disajikan secara lugas, objektif dan apa adanya. Isi pokoknya adalah apa yang diteliti, bagaimana penelitian dilakukan, hasil yang diperoleh, dan simpulan penelitian. Laporan penelitian kuantitatif terdiri atas tiga bagian utama yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir.

1.      Bagian Awal
Hal-hal yang termasuk dalam bagian awal sama dengan bagian awal skripsi, tesis dan disertasi. Hal yang tidak termuat adalah lembar logo, lembar persetujuan. Yang termasuk dalam bagian awal adalah :
a)      Halaman sampul
b)      Halaman judul
c)      Abstrak
d)     Prakata
e)      Daftar isi
f)       Daftar tabel
g)      Daftar gambar
h)      Daftar lampiran

2.      Bagian Inti
Pada dasarnya unsur-unsur bagian inti laporan penelitian juga sama dengan isi bagian inti skipsi, tesis atau disertasi. Yang termasuk dalam bagian inti adalah :
BAB I       Pendahuluan
Pendahuluan adalah bab pertama dalam laporan penelitian, yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti, untuk apa dan mengapa penelitian itu dilakukan.

1.1 Latar Belakang Masalah
Uraian dalam latar belakang masalah pada prinsipnya berupa penjelasan dan penegasan tentang duduk persoalan yang diteliti dan pentingnya penelitian yang dilakukan, yang berpatokan pada kecenderungan teoretis dan kecenderungan realistis mengenai fenomena yang diteliti.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalahpenegasan dari adanya kesenjangan antara aspek-aspek teoretis dan aspek-aspek realistis tentang fenomena yang diteliti, yang sebelumnya telah diuraikan pada latar belakang masalah. Rumusan masalah dalam penelitian ilmiah biasanya diformulasikan dalam bentuk kalimat pertanyaan.

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah hasil yang ingin diperoleh dari kegiatan penelitian. Hasil apa yang harus ditegaskan, sepenuhnya mengacu pada pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan dalam rumusan masalah. Dengan demikin, rumusan tujuan penelitian merupakan bentuk jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam rumusan masalah. Tujuan penelitian dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan bukan pertanyaan.

1.4 Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau sub masalah yang diajukan oleh peneliti, yang dijabarkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan masih harus diuji kebenarannya.

1.5 Kegunaan Penelitian
Kegunaan penelitian adalah penegasan tentang harapan peneliti bahwa hasil yang diperoleh penelitiannya dapat memberikan manfaat atau kegunaan nyata baik secara akademik (kegunaan teoretis) maupun secara operasional (kegunaan praktis).

1.6 Asumsi Penelitiian
Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Misalnya, peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu, tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Asumsi dapat bersifat substantif atau metodologis. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian, sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian.

1.7 Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
Yang dikemukakan adalah variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Dalam bagian ini juga dapat dipaparkan penjabaran variabel menjadi sub variabel beserta indikator-indikatornya.


1.8 Definisi Istilah atau Definisi Operasional
Definisi istilah atau definisi operasional diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau kekurangjelasan makna seandainya penegasan istilah tidak diberikan. kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok adalah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian. Definisi istilah disampaikan secara langsung, dalam arti tidak diuraikan asal usulnya. Definisi istilah dititik beratkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti.
Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatu variabel.

BAB II      KERANGKA TEORETIS
Kerangka teoretis berisi uraian tentang hasil telaahan terhadap teori dan hasil penelitian terdahulu yang terkait. Telaah ini bisa dalam arti membandingkan, mengkontraskan atau meletakkan tempat kedudukan masing-masing dalam masalah yang sedang diteliti, dan pada akhirnya menyatakan posisi/ pendirian peneliti disertai dengan alasan-alasannya. Dengan demikian menjadi sangat jelas mengapa peneliti hanya menggunakan teori dan hasil-hasil penelitian tertentu saja. Telaah ini diperlukan karena tidak ada penelitian empirik tanpa didahului telaah kepustakaan.

BAB III    METODE PENELITIAN
3.1  Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Dalam penelitian eksperimantal, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. Pada penelitian non eksperimental, bahasan dalam subbab rancangan penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya, apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, aksplanatoris, survai, atau penelitian historis, korelasional, dan komparasi kausal.

3.2  Populasi dan Sampel
Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek penelitian. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survai, sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan atau subjek tergantung pada cara pengambilan datanya. Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar besarnya sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representatif, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. Kerepresentatifan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud menggeneralisasikan hasil-hasil penelitian sampel terhadap populasinya. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan karakteristik populasinya, maka semakin besar kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Jadi, hal-hal yang dibahas dalam bagian populasi dan sampel adalah (a) identifikasi dan batasan-batsan tentang populasi atau subjek penelitian , (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel, serta (c) besarnya sampel.

3.3  Instrumen Penelitian
Pada bagian ini dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Sesudah itu barulah dipaparkan prosedur pengembangan instrumen pengumpulan data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrumen yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur, paling tidak ditinjau dari segi isinya. Sebuah instrumen yang baik juga harus memenuhi persyaratan reliabilitas. Dalam tesis, terutama disertasi, harus ada bagian yang menjelaskan proses validasi instrumen. Apabila instrumen yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti, tetap ada kewajiban untuk melaporkan tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan. Hal ini yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/pernyataan. Untuk alat dan bahan harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai.
Dalam ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, subbab instrumen penelitian dapat diganti dengan alat dan bahan.





3.4  Pengumpulan Data
Bagian ini menguraikan (a) langkah-langkah yang ditempuh pada teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, (b) kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data, serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pelaksana pengumpulan data, perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas.

3.5  Teknik Analisi Data
Pada bagian ini diuraikan jenis analisis statistik yang digunakan. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrik dan statistik nonparametrik. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena itu, yang pokok untuk diperlihatkan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya, bukan kecanggihannya. Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih dan karenanya mempu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik nonparametrik.

BAB IV    HASIL PENELITIAN
4.1  Deskripsi Data
Kata “deskripsi data” tidaklah merupakan judul subbab karena pada bagian ini diuraikan tiap-tiap variabel yang telah diteliti. Dalam deskripsi data untuk variabel dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistik deskriptif, misalnya distribusi frekuensi yang disertai dengan grafik yang berupa histogram, nilai rata-rata (ada yang menggunakan “rerata”, “rataan”, “purata”), simpangan baku (standar deviasi), atau yang lainnya.
Setiap variabel dilaporkan dalam subbab tersendiri dengan merujuk pada rumusan masalah atau tujuan penelitian.
Materi yang disajikan pada Bab IV, adalah temuan yang penting dari variabel yang diteliti dan hendaknya dituangkan secara singkat tetapi bermakna.
Rumus-rumus dan perhitungan yang dipergunakan untuk menghasilkan temuan-temuan tersebut disertakan dalam lampiran (jika diperlukan).
Temuan penelitian yang sudah disajikan dalam bentuk angka-angka statistik, tabel, ataupun grafik, dengan sendirinya bersifat komunikatif. Penjelasan tentang hal tersebut masih diperlukan. Namun, bahasan pada tahap ini perlu dibatasi pada hal-hal yang bersifat factual, tidak mencakupi pendapat pribadi (interpretasi) peneliti.

4.2  Pengujian Hipotesis
Pemaparan tentang hasil pengujian hipotesis pada dasarnya tidak  berbeda dengan penyajian temuan penelitian untuk tiap-tiap variabel. Hipotesis penelitian dapat dikemukakan sekali lagi dalam bab ini, termasuk hipotesis nolnya, dan masing-masing diikuti dengan hasil pengujiannya itu secara ringkas dan padat. Penjelasan tentang hasil pengujian hipotesis ini terbatas pada interpretasi atas angka statistik yang diperoleh dari perhitungan statistik.

BAB V      PEMBAHASAN
Pembahasan atas temuan penelitian yang dikemukakan di dalam Bab IV, mempunyai arti penting bagi keseluruhan kegiatan penelitian. Tujuan pembahasan adalah (1) menjawab masalah penelitian, atau menunjukkan bagaimana tujuan penelitian dicapai, (2) menafsirkan temuan penelitian, (3) mengintegrasi temuan penelitian ke dalam kumpulan pengetahuan yang telah mapan, (4) memodifikasi teori yang ada atau menyusun teori baru, dan (5) menjelaskan implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk keterbatasan temuan penelitian.

BAB VI    SIMPULAN DAN SARAN
6.1 Simpulan
Isi simpulan penelitian lebih bersifat konseptual dan harus terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Artinya simpulan penelitian terikat secara substantif dengan temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Simpulan juga dapat ditarik dari hasil pembahasan, tetapi yang benar-benar relevan dan mampu memperkaya temuan penelitian yang diperoleh.

6.2 Saran
Saran yang diajukan hendaknya selalu berpangkal pada temuan penelitian, pembahasan, dan simpulan hasil penelitian. Saran hendaknya tidak keluar dari batas-batas lingkup dan implikasi penelitian.
Saran yang baik dapat dilihat dari rumusannya yang bersifat rinci dan operasional. Artinya, jika orang lain hendak melaksanakan saran itu, ia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau melaksanakannya.




3.   Bagian Akhir
 Pada bagian akhir laporan penelitian juga sama dengan bagian akhir skripsi, tesis, dan disertasi. Hanya yang membedakan pada bagian akhir laporan tidak ada daftar riwayat hidup, tidak ada penyataan keaslian naskah. Pada bagian akhir laporan dicantumkan SK penunjukan tim peneliti yang memuat sumber pembiayaan penelitian. Pada bagian akhir ini memuat :
a)      Daftar rujukan
b)      Lampiran

B.     Laporan Penelitian Kualitatif

Penulisan laporan penelitian kualitatif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan penelitian kualitatif. Karena penelitian kualitatif dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala atau fenomena secara menyeluruh dan kontekstual, laporan penelitian kualitatif haruslah mampu memberikan gambaran yang utuh dan kontekstual tentang topik yang diteliti.
Laporan penelitian kualitatif terdiri atas tiga bagian utama, yakni bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Bagian awal berisi abstrak, prakata, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran. Bagian inti berisi paparan tentang keseluruhan aktivitas penelitian yang dilakukan, sedangkan bagian akhir berisi daftar rujukan dan lampiran.
Ada tiga model format yang dapat digunakan dalam menulis laporan penelitian kualitatif, yaitu format tetap 1, format tetap 2, dan format bebas.

1)      Format Tetap 1

BAB I       PENDAHULUAN
1.1  Konteks Penelitian atau Latar Belakang
1.2  Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah
1.3  Tujuan Penelitian
1.4  Landasan Teori
1.5  Kegunaan Penelitian

BAB II      METODE PENELITIAN
2.1  Pendekatan dan Jenis Penelitian
2.2  Kehadiran Peneliti
2.3  Lokasi Penelitian
2.4  Sumber Data
2.5  Prosedur Pengumpulan Data
2.6  Teknik Analisi Data
2.7  Pengecekan Keabsahan Data
2.8  Tahap-tahap Penelitian

BAB III    PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
BAB IV    PEMBAHASAN
BAB V      PENUTUP

2)      Format Tetap 2

BAB I       PENDAHULUAN
1.1  Konteks Penelitian atau Latar Belakang
1.2  Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah
1.3  Tujuan Penelitian
1.4  Kegunaan Penelitian

BAB II      KAJIAN PUSTAKA
BAB III    METODE PENELITIAN
BAB IV    PAPARAN DAN TEMUAN PENELITIAN
BAB V      PEMBAHASAN
BAB VI    PENUTUP

3)      Format Bebas

BAB I       PENDAHULUAN
1.1  Konteks Penelitian atau Latar Belakang
1.2  Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah
1.3  Tujuan Penelitian
1.4  Metode Penelitian
1.5  Landasan Teori

BAB II     

Bab ini dan bab-bab selanjutnya memuat hasil-hasil penelitian yang diperolehnya. Judul dan isi tiap-tiap bab disesuaikan dengan topik dan hasil penelitiannya, termasuk pembahasannya.


BAB III
PENUTUP

1.1         KESIMPULAN

Makalah adalah suatu karya tulis ilmiah mahasiswa mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan. Biasanya dalam suatu perkuliahan seorang dosen memberikan tugas yang dibuat dalam bentuk makalah dan dikerjakan oleh satu kelompok yang terdiri dari empat atau lima orang atau bahkan lebih. Kemudian makalah dipresentasikan di depan kelas untuk didiskusikan bersama.

Laporan penelitian adalah menyampaikan hasil penelitian yang telah dilakukan sesuai ketentuan yang telah dilakukan berdasarkan jenis dan tujuan penelitian. Berdasarkan jenis data dan cara pengolahannya, secara umum penelitian dapat dibedakan atas laporan penelitian kuantitatif dan laporan penelitian kualitatif. Laporan penelitian kuantitatif disajikan secara lugas, objektif dan apa adanya. Isi pokoknya adalah apa yang diteliti, bagaimana penelitian dilakukan, hasil yang diperoleh, dan simpulan penelitian. Laporan penelitian kualitatif terdiri atas tiga bagian utama yaitu bagian awal, bagian inti dan bagian akhir. Penulisan laporan penelitian kualitatif merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan penelitian kualitatif. Karena penelitian kualitatif dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala atau fenomena secara menyeluruh dan kontekstual, laporan penelitian kualitatif haruslah mampu memberikan gambaran yang utuh dan kontekstual tentang topik yang diteliti.

3.1    SARAN

Mengingat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh penulis, maka untuk mendapat pemahaman yang lebih mendasar lagi, disarankan kepada pembaca untuk membaca literatur-literatur yang telah dilampirkan pada daftar rujukan.

Dengan demikian pula diharapkan adanya saran dan kritik yang membangun dari pembaca, agar makalah ini dapat memberikan pengetahuan tentang sistematika makalah dan laporan penelitian baik laporan penelitian kuantitatif ataupun penelitian kualitatif.



DAFTAR PUSTAKA

1.   Cokroaminoto. 2011. “Sistematika Laporan Penelitian Kualitatif”. (online).

2. Djuharie, O. Setiawan. Cetakan I 2001. Pedoman Menulis Skripsi, Tesis, Disertasi.
            Bandung: Yrama Widya.

3.  Dwiloka, Bambang dan Rati Riana. 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta:
Rineka Cipta. 

4. Hasanun, Anwar. Cetakan 3 2007. Pedoman dan Petunjuk Praktis Karya
            Tulis. Yogyakarta: Absolut.

5. Juliandi, Azuar. 2007. “Pedoman Menulis Proposal dan Laporan penelitian”.
            (online). (http://www.azuar.tripod.com/PedomanPenelitian.html, diakses 02 Maret
            2011).

6. Marjuni. 2011. “Contoh Proposal Penelitian Kualitatif”. (online).

7. Paputungan, Moh. Zulkifli. 2010. “Sistematika Penulisan Laporan Penelitian”.
            (online). (http://kiplipaputungan.wordpress.com/2010/02/23/Sistematika-Penulisan-Laporan-Penelitian, diakses 04 Maret 2011).

8. Rasyid, Abdul. 2009. “Sistematika Laporan Penelitian”. (online).

9. Soegandar, Darmawan. 2010. “Makalah”. (online).
            (http://www.scribd.com/doc/21749653/Pengertian-dari-Makalah, diakses 02 Maret 2011).

10. Sugiana, Dadang. 2008. “Teknik Penyusunan Laporan Penelitian Ilmiah
           (Kuantitatif)”. (online). (http://dankfsugiana.wordpress.com/2008/06/02/Teknik-Penyusunan-Laporan-Penelitian-Ilmiah-Kuantitatif/, diakses 02 Maret 2011).                                                     

     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar